YOUR LUCKY NUMBER

Jumat, 20 Juli 2012

Syurga Juga ada di telapak kaki ayah


Bismillah.. Halo apa kabar? feel's good i hope, ngomong-ngomong selamat menjalankan ibadah puasa ya buat kalian yang beragama muslim nanti, semoga puasa tahun ini lancar dan diterima oleh allah SWT amin...

lama hiatus disini, tapi alhamdulillah masih ada yang sempetin baca-baca artikel yang udah saya kutip disini, terimakasih :)

Well Gue sedikit heran sama anak muda yang selalu ngeluh pas cerita-cerita ke gue atau pas melihat keluhan mereka di dunia maya, yap dunia maya! sekarang jika ingin curhat 'mereka' lebih memilih menceritakan nya kesana. 

Dulu sih masih sederhana sekali, *misal : Ada masalah/cerita, tinggal tulis aja di diary masing-masing. lebih aman, selesai.

Tapi yang lebih sederhana lagi sih ada disini *nunjuk ke dada* tepatnya di hati, karena di hati kita masing-masing selalu ada sosok 'dia', who? 

Simple aja sih, siapa yang selalu tau apa yang kamu lakukan ketika semua orang bahkan tidak tau apa yang kamu lakukan/rasakan? Tuhan ada selalu bersama kita kok. 

Namun sayang di zaman teknologi yang sudah super canggih seperti ini peran nya dalam hal 'menggadu' telah sedikit tergeser oleh adanya situs-situs yang siap dengan pertanyaan mereka : 'what's your mind?/what's happening?/apa yang anda pikirkan?'. But, gue yakin kok gak semua dari kalian ini yang seperti itu, gue juga gak merasa paling benar kalo misal nya tergolong seperti mereka diatas,  so kembali ke diri masing-masing aja untuk intropeksi dalam menyikapi omongan gue ini :)

Yang paling banyak ngeluh biasanya sih ya, biasanya loh... itu cewe. Wajar sih women feel's with heart not like man who always feel's with brain, Think something it's logic or not. 

Mereka lebih peka dari kita kaum pria dan itu wajar-wajar saja, tapi kalau terus mengeluh gara-gara masalah, *misal : Gak boleh pulang larut malam, gak boleh pacaran, dll. Siapa yang biasanya melarang sepeti itu? kurang lebih itu adalah Ayah, but take a break and open your mind please, beliau tidak akan melakukan hal tersebut kalau tidak ada tujuan nya bukan?

Coba sejenak kamu lihat raut keletihan dari wajah ayahmu, helai rambut yang memutih di kepalanya dan kamu akan melihat betapa ayah, bapak atau papa mu selalu menyayangimu dan menjagamu. Dan dibalik ketidaknyamananmu ada sebuah cinta yang selalu menjadi pelindungmu. Coba kamu katakan, 
"Aku sayang sama ayah, bapak, papa.” , dengan sendirinya nanti kamu akan melihat guratan senyum kebahagiaan dari raut bibirnya yang mungkin tidak pernah kau lihat sebelumnya.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda dan setelah ayah mengganggapmu bisa, ia akan melepaskan roda bantu di sepedamu, kemudian Mama bilang : “Jangan dulu yah, jangan dilepas dulu roda bantunya” , mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu? Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya Pasti bisa.

Pernahkah kamu pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, mama menatapmu iba, tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” ?

Tahukah kamu, ayah melakukan itu karena ia tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Lalu Ketika kamu sudah beranjak remaja yaitu masalah yang di atas saya contohkan tadi, Kamu mulai menuntut pada ayah untuk dapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. 

Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu, karena bagi dia kamu adalah sesuatu yang sangat–sangat luar biasa berharga?

Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu dan yang datang mengetok pintu lalu membujukmu agar tidak marah adalah Mama.

Tahukah kamu, bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling cool sedunia. Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati ayah itu merasa cemburu?

Lalu Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut–larut,  ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan ayah memarahimu.

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan ayah.”

Setelah lulus SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter, Insinyur, atau apa yang ia inginkan.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti, tapi toh ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah iya kan?

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.
Dan kamu harus pergi kuliah di kota lain.
Ayah harus melepas kepergianmu.

Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu ? 
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal ia ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. 

Dan yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, kemudian menepuk pundakmu lalu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT! kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Dia pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan ayah tau ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan.

Kata-kata yang keluar dari mulut ayah adalah : 

“ Tidak…. Tidak bisa! ”
Padahal dalam batin nya, ia sangat ingin mengatakan “ Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu .”

Tahukah kamu bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana, ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
 Ia akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “ Putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang ”.

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada nya untuk mengambilmu dari nya. Ia akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena beliau tahu, bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya kelak.

Dan akhirnya….

Saat ayah melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, ayah pun tersenyum bahagia.
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ia pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
ayah menangis karena beliau sangat bahagia.

Kemudian dia berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, dia berkata : 
“ Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik, bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk, dengan rambut yang telah semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya itu.

Papa, Ayah, Bapak kita… adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. ia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan ia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa “ 
KAMU BISA ” dalam segala hal. Kamu harus percaya akan hal itu, lalu berhentilah mengeluh.

syurga memang ada di telapak kaki ibu, namun pengorbanan seorang ayah jangan lah di anggap remeh. Syurga juga ada di telapak kaki dia... ayah. 


Genggaman

Terimakasih udah sempetin baca, and no offense to anyone :) wassalam...





Sumber Kutipan oleh :  Twotwinngga
Tambahan Oleh :  Admin