YOUR LUCKY NUMBER

Selasa, 22 Mei 2012

Sidak ATC Dahlan Iskan di Soeta airport (Miris)

assalamualaikum Wr Wb

Hello! gimana buat yang kelas 6,9 dan 12 lancar kan UN nya :D semoga kita semua lulus dengan nilai yang memuaskan AMIN! oh iya saya pribadi sebelumnya turut berduka cita atas musibah kecelakaan superjet 100 'sukhoi' yang terjadi minggu lalu, semoga yang menjadi korban bisa diterima di sisi tuhan Yang Maha Esa dan buat keluarga yang di tinggalkan agar diberikan ketabahan yang besar dalam menghadapinya.

Denger-denger penyebab kecelakaan itu pure kesalahan pilot nya ya? yang katanya menurunkan ketinggian pesawat menjadi 6 ribu meter :/ pilot nya sendiri adalah pilot terbaik yang dimiliki rusia tapi yaa walaupun pilot terbaik kalau belum pernah terbang di wilayah indonesia yang kalian tau banyak sekali gunung-gunung tingginya ini sama saja beliau terbang dengan mata tertutup, apalagi gunung salak itu banyak memiliki mitos-mitos dan orang indonesia sendiri masih percaya tentang yang namanya 'mitos' kan. Menurut pilot-pilot luar juga kalau indonesia itu adalah jalur neraka, sedikit masuk akal memang karena daerah indonesia yang memiliki iklim dan bentuk dataran yang berbeda-beda.

Namun sebelum pesawat sukhoi, juga sudah pernah terjadi kecelakaan di gunung tersebut, mulai dari helikopter TNI, pesawat lion air, bener kan dan kalo kita tengok beberapa tahun kebelakang juga sudah banyak kecelakaan yang di alami oleh pesawat terbang, entah itu karena faktor cuaca, faktor SDA, atau mungkin faktor sistem komunikasi dari suatu bandara. Beberapa hari yang lalu saya pernah baca sebuah tulisan tentang mentri BUMN kita Bpk.Dahlan Iskandar yang melakukan sidak ke salah satu bandara internasional kita, lets see this news...


Minggu 13/5/12, pukul 06.00 wib, saat jalanan di Jakarta masih lengang, mobil Mercy L 1 JP melaju kencang menuju bandara Soekarto Hatta. Penumpangnya hanya berempat. Pak Menteri BUMN, aku dan pak Jusak. Pak Dis duduk di depan kiri berdampingan dengan Zahidin, sopir pribadinya. Sedangkan aku dan pak Jusak, duduk di belakang. Kami berdua seperti juragan di mobil mewah itu. Terlihat beberapa botol air mineral dan camilan kecil tersedia rapi. Juga ada permen. ''Kita berangkat pagi, karena aku pingin mampir ATC (Auto Traffic Control) di Soeta,'' kata pak menteri sambil menggulung lengan hem bergaris-garis warna biru yang dikenakan. Sesegera mungkin, tas kopor kutarik dan kumasukkan ke dalam bagasi mobil berwarna hitam metalik itu.

Sepinya jalanan ibukota, membuat Zahidin tancap gas full. Tidak sampai 1 jam, perjalanan menuju bandara Soeta dari Capital Residence, dilalui tanpa hambatan. Lucunya, saat sampai di pintu gerbang Perum Angkasa Pura (PAP), mobil melaju pelan. Pak menteri bergegas menurunkan kaca sambil menyapa sekurity dan satpam yang tengah berjaga. ''Pagi, pak. Permisi, ya'' sapa pak Dis dengan ramah. Belum sempat menjawab, mobil yang membawa kita melaju menuju sebuah gedung paling ujung. Rupanya gedung ini adalah tempat paling vital milik PAP. Karena di gedung inilah letak berbagai mesin pengontrol lalu lintas udara yang ada di bandara Soeta.

Belum sampai di tempat parkir, terdengar peluit dari security yang kita lalui. Dari belakang, kulihat petugas jaga yang ada di pos, berlari-lari menghampiri mobil kami. Dengan wajah garang, seorang petugas berbadan agak tambun menyuruh mobil kami kembali. Alasannya, tempat terlarang dan tidak boleh sembarangan orang masuk. Untuk urusan itu, pak Dis menyerahkan pada Zahidin. Sepintas, kulihat ada adu argumentasi antara sopir pribadi pak Dis dengan petugas security. Sedangkan Pak Jusak buru-buru mencari toilet. Apa yang terjadi, aku tidak tahu pasti. Bagiku, mengikuti langkah pak Dis yang sangat cepat, lebih penting. Setengah berlari, kuikuti langkah pak Dis menuju sebuah gedung yang salah satu mejanya bertuliskan receptionis. ''Pagi, Assalamulaikum, permisi,'' sapa pak Dis. Ternyata, ruangan itu kosong. Tak ada jawaban. Namun demikian, Pak Dis tetap bertahan dan berusaha memasuki ruang demi ruang yang ada sambil melihat-lihat keadaan. Kotor dan perlatan kantor berserakan tidak pada tempatnya. Disamping itu, terlihat meja kerja maupun meja tamu, terdapat botol air menieral, bekas piring makan dan satu lagi, asbak penuh puntung rokok. Padahal, ruangan itu full AC. Dingiiiiiin.

Bagiku, ini aneh. Meskipun minggu dikenal hari libur bagi masyarakat umum, tidak demikian dengan PAP dan dunia airline. Hari libur, justru hari-hari sibuk bagi instansi yang ada dalam salahs atu BUMN tersebut. Makanya, ada 3 shift yang diberlakukan bagi karyawannya di bagian ini. Belum tuntas keanehanku, muncul suara nyanyian dari laki-laki yang ada di dalam ruangan yang ada di televisinya itu. Akupun kembali mengeraskan suaraku mengucapkan salam. Bukan jawaban salam, yang kuterima, malah semprotan sinis. ''Siapa sih lo, pagi-pagi gini. Berisik amat,'' demikian jawab laki-laki berseragam dengan wajah ketus. Begitu melihat wajahku, laki-laki lain muncul dengan suara tak kalah garang. ''Siapa yang suruh masuk ke sini,'' katanya dengan suara lebih keras. Akupun tak mau kalah. ''Mana bosmu, pak menteri pingin ketemu,'' jawabku dengan tak kalah garang. Mendengar suara galakku, laki-laki yang ada di dalam, ikutan keluar. Sampai akhirnya ada lima orang lelaki yang bersiap menghadapiku. Saat kutoleh ke belakang, pak Dis buru-buru beranjak pergi. Pak Dis keluar dan mencari-cari sendiri ruangan ATC. Akupun bergegas mengikuti langkah gesitnya. ''Lho, bukannya itu pak Dahlan Iskan ya,'' kata dua petugas yang masih muda dan ganteng. Tanpa menjawab, akupun pergi berlari menguntit langkah pak Dis dari belakang.

Kulihat, ada perubahan wajah pak Dis dari yang sebelumnya ramah, agak kecut. HP blakberry warna hitam dikeluarkan dan memencet nomor telepon. Sambil terus berjalan, pak Dis menelepon seseorang. ''Assalamulaikum, selamat pagi mas. Mohon maaf, mengganggu libur anda ya. Sory, nih, saya nuwun sewu, dan kulo nuwun, ingin melihat ATC. Melihat komputer yang baru kita beli kemarin. Nuwun sewu lho, mas,'' ucap pak menteri. Rupanya, pak Dis menelpon bos PAP yang tengah menikmati libur minggu. ''Tidak usah, tidak usah. Biar saya sendiri saja yang mencari. Saya sudah ada di dalam kantor anda kok ini. Cuma mencari-cari belum ketemu,'' ucap pak menteri sambil terus membuka-buka pintu ruangan yang dilalui. Rupanya, sebelum itu, pak Dis sudah pernah berkunjung. Hanya saja, lupa tempatnya. Meski demikian, pak Dis tidak putus asa. Sampai akhirnya, ada ruangan yang bertuliskan ATC. Bergegas, pak Dis masuk. ''Nah, ini dia,'' ucapnya dengan wajah berbinar.

Akupun mengikuti langkah pak Dis. Benar. Di ruangan yang agak tersembunyi itu, terdapat sebuah ruangan khusus. Di dalam ruangan itu ada beberapa orang bekerja. Sambil mengucapkan salam, pak Dis menyalami satu persatu karyawan yang tengah bertugas. Tentu saja mereka kaget. Tidak mengira, jika ruangan mereka dikunjungi menteri. Beberapa orang yang tadinya santai, terlihat kembali ke komputernya. Begitu juga yang tengah merokok, meletakkan putung rokoknya di asbak yang ada di sampingnya. ''Wah, nglembur ya. Maaf, saya menganganggu,'' ucap pak Dis sambil bertanya-tanya pada karyawan yang berkerja kala itu. Setelah meminta penjelasan bagian apa ruangan yang tengah didatangi, pak Dis minta ditunjukkan tangga menuju tower ATC. ''Wah, disini perokok semua ya,'' kata pak Dis setengah menyindir. Kudengar ada yang menjawab dan ada yang membisu, sambil mematikan putung rokoknya. Beberapa orang, kulihat sibuk menelepon. Entah siapa yang ditelepon.

Pastinya, ada dua orang lelaki yang memperkenalkan diri sebagai supervisor menjadi penunjuk jalan menuju tower. Kamipun berjalan menuju ruangan yang ditunjukkan. ''Di sini pak. Mari,'' ucap lelaki bertubuh tegap yang mengenakan hem kuning muda. Di depan pintu masuk ruangan itu, terdapat tulisan ''dilarang masuk'' dan tulisan ''steril''. Selain itu juga ada tulisan ''jagalah kebersihan''.

Karena tempatnya steril, tanpa diminta pak Dis mencopot sepatu ketsnya. Apalagi di tempat itu juga terdapat rak sepatu. ''Di sini tidak sembarang orang boleh masuk, pak,'' kata petugas tadi menjelaskan ruangan khusus itu. Pak Dis hanya manggut-manggut. Setelah itu, kami diajak naik ke sebuah tangga. Kalau tidak salah, ada 10 anak tangga yang kami naiki. Di ujung anak tangga, terdapat sebuah ruangan yang dipintunya bertuliskan ''yang tidak berkepentingan di larang masuk''. Rupanya, kita diajak ke sebuah ruangan kontrol yang seluruh ruangannya full komputer. Suasananya ramai. Sedikitnya ada 30 komputer berbagai ukuran. Masing-masing komputer ada seorang operatornya. Cuma sayang, ruangan yang super dingin itu tidak sesteril, seperti slogan yang dituliskan. Buktinya, di samping meja komputer, ada beberapa makanan. Mulai makanan kecil, sampai piring bekas makan mie. Tragisnya, ruangan ber suhu super dingin itu terdapat beberapa asbak ukuran 1 meter. Sangat kontradiksi, memang.

STRES

Melihat ini semua, pak Dis bertanya-tanya. ''Kenapa masih ada rokok dan bekas makanan di ruangan ini? Katanya steril,'' ucap pak Dis serius. Kulihat, leki-laki yang mengaku supervisor itu gelagapan. ''Oh, iya pak. Rokok itu untuk menghilangkan stres saja. Kalau tidak, temen-teman tidak bisa konsentrasi dalam memantau jalur-jalu penerbangan,'' jawab lelaki itu sekenanya. ''Oh, gitu ya. Kalau stres ya gak usah bekerja saja. Cukup di rumah. Di sini kan butuh orang sehat. Bukan untuk orang stres,'' jawab pak Dis tak mau kalah. Melihat jawaban itu, lelaki tadi tersenyum kecut. ''Iya, pak. Siap,'' jawabnya dengan wajah pucat. ''Tolong ya, pak. yang stres diistirahatkan saja,'' tambah pak Dis. Setelah itu, pak Dis minta penjelasan tentang komputer raksasa yang baru saja didatangkan oleh kementeriannya. Setelah itu, pak Dis berkeliling dan melihat sekeliling. Begitu melihat ada piring makan, sendok, mangkuk dan beberapa bekas pembungkus mie, pak Dis berucap lagi. ''Lebih komplit disini, dibuka kantin atau resto ya,'' ucapnya sinis. Sindiran ini ternyata direspon positif. Buktinya, beberapa lelaki yang sebelumnya mengikuti langkah kita, buru-buru menugasi kawannya membersihkan bekas makanan, piring atau apa saja yang ada di meja sekitar komputer. Akupun hanya senyum-senyum melihat karyawan di bagian komputer itu kelabakan.

KONSER

Puas berkeliling, pak Dis minta ditunjukkan tower tempat mesin ATC berada. Sesuai namanya, Tower ini merupakan bagian tertinggi yang ada di bandara Soeta. Tower inilah tempat paling vital dari setiap bandara. Karena di tempat inilah komunikasi antara petugas dengan pilot pesawat untuk minta ijin landing atau take off pesawat. Sial. Meskipun tempat ini bisa dikatakan jantungnya bandara, tidak seperti yang digambarkan. Super sterilnya tidak tampak. Puntung rokok juga masih ada di beberapa tempat. Bahkan, sebuah asbak tinggi, juga disiapkan. Pak menteri, kembali kecewa. Peralatan serba canggih dan super mahal, tidak diimbangi dengan attitude operatornya. Ketika ditanya mengapa masih ada puntung dan asbak, petugas tadi berkata lugu.

Jelas sekali, jika pak Dis kecewa. Jelas, bila pak menteri ingin memecat seluruh Direksi Angkasa Pura yang tidak becus!

(bandara Soeta medio februari 2012)

dituturkan oleh Siti Ita Nasyi'ah



Jadi menurut kalian bagaimana? Bandara yang setaraf internasional ini masih banyak melakukan keteledoran walau hanya masalah kecil tapi bisa menimbulkan dampak-dampak lain yang lebih besar iya kan?! Semoga dengan adanya teguran ini Pihak bandara menjadi lebih hati-hati dan lebih disiplin. Untuk bapak dahlan iskan, anda adalah seorang yang bisa dijadikan panutan bagi orang lain di pemerintahan kita. keep going sir! :)

Terimakasih udah mau baca~



Rabu, 04 April 2012

(Renungan) Cerita Seorang Bayi Yang Di Aborsi



assalamualaikum Wr Wb, apa kabar kalian semua? ternyata gue masih belum bisa menahan untuk tidak ngeblog sebelum UN tiba hehe ^^ dan kali ini gue mau menuangkan sebuah cerita yang bisa mendorong gue untuk buka blog dan memposting nya disini, dan gue harap dari cerita ini nanti bisa diambil hikmah dan menjadi pedoman kita! dan mudah-mudahan kita tidak menjadi tokoh yang ada di cerita ini, amin :)


Kalian tau apa itu aborsi? itu salah satu tindakan memalukan dari sepasang manusia yang aib nya tidak ingin diketahui oleh orang lain, apa aib nya? yap bayi mereka! apakah pantas kalau kita melakukan aborsi? tentu tidak kan! sebab itu sama saja kita membunuh manusia lain yang di ciptakan tuhan yang nantinya akan menjadi anak yang harus kita jaga di dunia ini..


Dan bayangkan apa dosa mereka hingga engkau sampai tega membunuhnya dari rahim mu itu wahai kaum hawa yang di muliakan di mata tuhan? Dengarkanlah cerita bayi yang engkau bunuh ini....




Dear Bunda tersayang... Assalamualaikum Wr. Wb. Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja. Ananda juga di sini baik-baik saja bunda. ALLAH SWT sayang banget dech sama nanda. ALLAH juga yang meminta nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda kepada bunda. 


Bunda, ingin sekali ananda menyapa bunda, perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk ananda diami walaupun hanya sesaat. Bunda, sebenarnya ananda ingin lebih lama menumpang di rahim bunda, ruang yang kata ALLAH paling kokoh dan paling aman di dunia ini. Tapi rupanya, bunda tidak menginginkan kehadiran ananda, jadi sebagai anak yang baik, ananda pun rela menukarkan kehidupan ananda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan ananda, sakit sekali rasa nya bunda. Badan ananda rasanya seperti tercabik-cabik, dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati ananda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan. Tapi ananda tidak kecewa kok bunda. Karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan ananda untuk bertemu dan dijaga oleh ALLAH, bahkan ananda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga_NYA. 


Bunda, ananda mau cerita... Dulu ananda pernah menangis dan bertanya kepada ALLAH, mengapa bunda meluruhkan ananda, saat ananda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan ananda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang pada ananda? Bunda tidak ingin mencium ananda? Atau jangan-jangan karena nanti ananda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu ALLAH bilang, bunda kamu malu sayang. Kenapa bunda malu? Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram. Anak haram itu apa ya ALLAH? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah. Nanda bingung dan bertanya lagi sama ALLAH... Ya ALLAH, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu, Kecuali nabi Adam AS dan Isa AS? ALLAH yang Maha Tahu menjawab, bahwa bunda dan ayah memproses ananda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan ALLAH Ridhoi. Ananda semakin bingung dan akhirnya ananda putuskan untuk diam. Bunda, ananda malu terus-terusan nanya sama ALLAH, walaupun ALLAH selalu menjawab semua pertanyaan ananda, tapi ananda ingin nya bertanya pada bunda saja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat ananda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir ananda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan ananda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehehehe, maaf ya bunda, ananda bawel banget. Nanti saja, ananda tanyakan padabunda kalau kita ketemu. 


Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan ananda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal ananda di syurga. Di situ, banyak orang yang dibakar pake api lho bunda. Minumnya juga pakai nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya. Yang paling mengerikan, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget dech bunda. Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang pada ananda. Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya. Di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu ananda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ. Aanda sayang bunda. Ananda kangen dan ingin bertemu bunda. Ananda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda, dan ananda ingin kita tinggal bersama di syurga. Ananda takut, bunda dan ayah dihukum dan disiksa seperti orang-orang itu. Lalu, dengan lembut malaikat berkata. Nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka. Sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu. Saat mendengar itu, segera saja ananda menulis surat ini untuk bunda, menurut ananda ALLAH itu sangat baik bunda. 


ALLAH akan memaafkan semua kesalahan makhluk_NYA, asal mereka mau bertaubat nasuha. Bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini. Nanti ananda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar dech. Ananda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata ALLAH di sana panas banget bunda. Antriannya juga panjang sekali, karena, semua orang sejak jaman nabi Adam AS akan dikumpulkan disana. Tapi bunda jangan khawatir, ALLAH janji, walaupun ramai, kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti ananda bisa bertemu kalian. Bunda, kasih kesempatan buat ananda ya.. Agar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, ananda juga mohon banget sama bunda, jangan sampai adik-adik ananda mengalami nasib yang sama dengan ananda. Biarlah ananda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan ini. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak. Sudah dulu ya bunda. Ananda mau main-main dulu di syurga. Ananda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini. Ananda sayang banget sama bunda.. mmmuuuaaaccchhh...!!! ^_^


 Dalil: “Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan ALLAH dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat.” [Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat : 228] “Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa Apakah Dia dibunuh.”






Jagalah anak kita, sebab anak adalah titipan dari tuhan yang harus kita jaga dan kita rawat.
Buatlah dia berbakti kepadamu dan kepada Allah serta Berdoalah agar anak kita kelak bisa menjadi seorang yang tauladan di dunia dan akhirat sehingga bisa menemani kita di syurga allah nanti wahai temanku.




See you after UN end teman, maaf kalau ada salah kata dari gue selama ini ya :)






Sumber : Seorang hamba allah(maaf karena kurangnya informasi sumber tulisan yang diketahui oleh penulis) semoga beliau selalu ada dalam lindungan Allah Swt.

Sabtu, 18 Februari 2012

Sumpit Dayak Lebih Mematikan Daripada Senjata Api




Pada zaman penjajahan di Kalimantan dahulu, serdadu Belanda bersenjatakan senapan dengan teknologi mutakhir pada masanya, sementara prajurit Dayak umumnya hanya mengandalkan sumpit. 

Akan tetapi, serdadu Belanda ternyata jauh lebih takut terkena anak sumpit ketimbang prajurit Dayak yang diterjang peluru loh, kenapa bisa?

Penyebab yang membuat pihak penjajah gentar itu adalah anak sumpit yang beracun. Sebelum berangkat ke medan laga, prajurit Dayak mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dalam kesenyapan, mereka beraksi melepaskan anak sumpit yang disebut damek.



"Makanya, tak heran penjajah Belanda bilang, menghadapi prajurit Dayak itu seperti melawan hantu," tutur Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chendana Putra, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini.

Tanpa tahu keberadaan lawannya, tiba-tiba saja satu per satu serdadu Belanda terkapar, membuat sisa rekannya yang masih hidup lari terbirit-birit. Kalaupun sempat membalas dengan tembakan, dampak timah panas ternyata jauh tak seimbang dengan dahsyatnya anak sumpit beracun.

Tak sampai lima menit setelah tertancap anak sumpit pada bagian tubuh mana pun, para serdadu Belanda yang awalnya kejang-kajang akan tewas. Bahkan, bisa jadi dalam hitungan detik mereka sudah tak bernyawa. Sementara, jika prajurit Dayak tertembak dan bukan pada bagian yang penting, peluru tinggal dikeluarkan. Setelah dirawat beberapa minggu, mereka pun siap berperang kembali.

Penguasaan medan yang dimiliki prajurit Dayak sebagai warga setempat tentu amat mendukung pergerakan mereka di hutan rimba. 


"Karena itu, pengaruh penjajahan Belanda di Kalimantan umumnya umumnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar tapi tak menyentuh hingga pedalaman," Chendana.

Tak hanya di medan pertempuran, sumpit tak kalah ampuhnya ketika digunakan untuk berburu. Hewan-hewan besar akan ambruk dalam waktu singkat. Rusa, biawak, atau babi hutan tak akan bisa lari jauh. "Apalagi, tupai, ayam hutan, atau monyet, lebih cepat lagi," katanya.

Bagian tubuh yang terkena anak sumpit hanya perlu dibuang sedikit karena rasanya pahit. Uniknya, hewan tersebut aman jika dimakan. "Mereka yang mengonsumsi daging buruan tak akan sakit atau keracunan," kata Chendana.

Baik hewan maupun manusia, setelah tertancap anak sumpit hanya bisa berlari sambil terkencing-kencing.

"Bukan sekadar istilah, dampak itu memang nyata secara harfiah. Orang atau binatang yang kena anak sumpit, biasanya kejang-kejang sambil mengeluarkan kotoran atau air seni sebelum tewas," tambah Chendana. 

Bangga kan sekarang dengan budaya asli indonesia? tentu :)



Greeting!



Howdy 2012!!!~ 

eh kayaknya udah basi banget kalo misalnya gue bilang seperti ini sekarang  --" 


Yap sudah satu bulan lewat gue gak pernah mampir disini untuk sekedar "iseng" nulis-nulis dan ngeshare info apapun heheu..


Sebelumnya gue kira jika gue ga pernah nulis-nulis lagi disini nantinya akan berdampak pada kalian semua, yap teman-teman gue yang menyempatkan diri dateng kesini untuk melihat-lihat tulisan maupun copas'an gue berkurang


Gue sedikit kaget ternyata kejadian nya gak seperti hal yang di atas tadi, ternyata jumlah teman yang mampir disini makin banyak, bahkan melebihi dari yang gue duga sebelum nya.. Its awsome guys!! you are cool!! thanks.. 


Makasih yang masih nyempetin diri walau hanya sebentar buat buka-buka blog gue, itu sangat menyentuh dan gue sangat menghargainya :)


Well apa yang akan gue lakukan setelah ini? I dont know --", i dont have any plan to do~


Mungkin gue akan aktif buat ngeblog disini jika gue sudah selesai dengan semua urusan gue di kelas XII SMA ini :/ MUNGKIN..


Banyak kegiatan yang menyita waktu di sekolah, itulah derita yang pasti dialami oleh semua anak kelas 6,9, dan 12 sekarang ini..


Sepintas ingin rasanya kembali ke masa-masa ketika kelas 11 dulu, disitulah kami, "kelas gue" mencari jati diri dan membentuk karakter kelas, disitu juga banyak hal-hal yang sudah terjadi, mulai dari yang positif hingga yang negatif, namun sayang rasanya jika kita hanya terus mengingat dan bergantung kepada masa lalu saja bukan? gue gak akan mau jika memang ada kesempatan buat kembali ke masa kelas 11 itu, karena apa? takdir gue bukanlah mengarah kebelakang sana, tapi terus melangkah kedepan hingga akhirnya akan melewati masa-masa kelas 12 juga, yang artinya LULUS SEKOLAH.. tentu saja ini adalah harapan semua pelajar saat ini yang akan menempuh Ujian Nasional..


mungkin jika ada waktu nanti gue ingin menuangkan semua kejadian yang telah terjadi di waktu gue kelas 11 dulu kesini, tapi yang terpenting sekarang adalah fokus kemasa depan, UN bukanlah penentu kelulusan, jika kita yakin dan rajin pasti kita akan lulus, amin! 


semoga hasil buat seluruh kelas 6,9, dan 12 di indonesia ini nantinya memuaskan, dan satu kata yang nantinya kita akan lihat teman, LULUS


well maaf kalo gue banyak omong dan gak jelas disini :)






see ya next time guys, thanks~